Pentingnya Menuntut Ilmu oleh Najwa

Sat Aug 28 2021 08:07:08 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)

Namanya adalah Fahri. Ia berjalan dengan keadaan compang-camping. Bajunya robek-robek. Badannya bau. Rambutnya dikelilingi lalat-lalat. Ia sedang menunggu kendaraan yang berhenti di dekat lampu merah. Jangan ditanya lagi kenapa. Karena pekerjaannya adalah pengamen. Saat di tengah jalan, ia beristirahat di depan masjid. Tepat sekali saat itu adzan berkumandang. Ia terdiam dan melamun. Ia berpikir, untuk apa sih sholat? Maklum, ia hidup di keluarga yang tidak mengerti Islam dan kurang berkecukupan. Ia pun menjadi pengamen demi mencukupi kehidupan keluarganya karena ia tulang punggung keluarganya sejak ayahnya meninggal. Ia lalu melanjutkan perjalanannya untuk mengamen. Saat ia mengamen, ia melewati sebuah sekolah. Ia iri dan ingin bersekolah juga. Andai keluarganya berkecukupan biaya, pasti ia sekarang bersekolah seperti anak-anak lainnya. Di tengah jalan pulang ke rumah, ia melihat orang-orang yang sedang membagi-bagi makanan kotakan kepada teman-teman pengamennya. Ia pun tertarik dan mendekati orang-orang itu dan ikut duduk di sana. Setelah itu, diberi kotakan yang berisi makanan. "Ini untuk adeknya," ujar wanita berjilbab memberinya makanan. Ia pun kagum dengan orang yang berbagi ini tampak mereka tersenyum ramah membagikan makanan ke orang-orang yang tak mampu. Fahri pun segera memakan makanannya dengan lahap. Setelah itu, para kakak-kakak di depan, mengajak mereka belajar; entah itu membaca, menulis, maupun mengaji. Fahri sangat senang. Ia mampu belajar walaupun masih terbata-bata. "Nah, di Islam, kita juga diajarkan bersuci. Bersuci itu wajib loh hukumnya, Adek-adek. Di sini, ada yang sudah mandi pagi, belum?" tanya sang kakak di depan sehabis mengenalkan tentang Islam.

"Belum," jawab Fahri dan teman-teman.

"Nah, kita harus mandi minimal dua kali sehari. Kalau kita jarang mandi, apa gak takut tuh kuman-kuman nempel di badan kita? Hasilnya, badan kita gatal-gatal, kusam, sama bau. Kalian mau gak begitu?"

"Gak!" seru Fahri dan teman-teman lagi.

Fahri kembali memikirkan kata kakak tadi. Ia langsung bertekad mengusir kuat-kuat kemalasannya untuk mandi. Setelah itu, mereka dijelaskan tata cara berwudhu dan shalat serta keutamaannya, serta mereka diajarkan untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar rezeki mereka lancar dan juga berusaha bukan dengan cara meminta-minta. Seketika, hati Fahri tergetar. Ia menitikkan air matanya. Begitu wajibnya kita mencari ilmu agar kita tidak sesat dan berwawasan luas.

Fahri pun segera pulang ke rumahnya dengan membawa rezeki dari anggota sedekah tadi dan menceritakan tentang ilmu-ilmu yang didapatnya kepada ibu dan adik-adiknya.

Sejak saat itu pula, Fahri rajin melaksanakan shalat dan berdoa kepada Allah, serta membantu ibunya berjualan kue-kue. Ia juga mengajarkan ilmu-ilmu yang ia tau kepada adik-adiknya. Alhamdulillah, keluarga Fahri hidup dengan tenang dan teratur. Ternyata betapa berharganya ilmu itu.

Bersyukurlah kita masih punya kesempatan untuk menuntut ilmu.

Syukron. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat yang mau donasi untuk kelangsungan komunitas Echlus, silahkan transfer ke halaman donasi kami.