Opini oleh Syamil

Thu Aug 26 2021 03:49:52 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)

Ini ana seorang pemuda yang dititip di pesantren untuk sebuah cita-cita yang mulia. Berjuang melawan ngantuk dan bersabar dalam hukuman. Ana melakukan ini untuk orang tua agar bisa memberikan sepasang mahkota. Mengeluarkan air mata dan keringat, dan banting tulang saat hafalan dan murajaah. TAPI! Apakah ana sudah menjadi suatu yang bisa dibanggakan? Coba kita lihat Rasulullah yang sudah berjuang mendakwahkan agama yang suci yang di dalamnya terdapat kitab suci yang sekarang berada di hadapan kita. Perjuangan beliau lebih keras; dilempari batu dan kotoran, dicaci maki, dan diteror sana-sini. Kita sekarang bisa bersantai tanpa takut dibunuh. Tapi beliau mengorbankan darah dan keringat beliau. Kita bisa bermain dengan sahabat kita. Tapi beliau melihat sahabat beliau dianiaya. Jadi, apakah ana jika saat di pesantren banyak mendapatkan kegagalan, ana harus menyerah? TIDAK! Kita seharusnya lebih bersyukur, kita tidak dapat cobaan seperti beliau. Maka kita harus lebih semangat lagi dan bersabar. Ayo kita lebih semangat lagi untuk berjuang menghafalkan 30 juz.

Buat yang mau donasi untuk kelangsungan komunitas Echlus, silahkan transfer ke halaman donasi kami.

Masyaa Alloh.. barokalloh Syamil sholih.. Tetap semangat dalam menuntut ilmu.. Terus tebarkan energi positif bagi banyak orang.. Tulisan yang bagus dan dalam.. Semoga nanti bisa bikin buku ya.. Jadi Syamil bisa berbagi ilmu dan semangat lewat tulisan Syamil.. Baarokalloh.. semoga Alloh merahmati dan berkahi hidupmu selalu..