Mengapa semakin dewasa, pembicaraan kita semakin membosankan?

Mon Sep 06 2021 12:02:44 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)

Ketika kita masih bersekolah, pembicaraan kita sangatlah seru. Baik itu tentang anime terbaru, manga terbaru, kisah Naruto yang mencari Sasuke, cepat-cepat khatamin Tarawih demi nonton Avatar The Legend of Aang. Lalu, ketika kita sudah dewasa, sudah berkeluarga, terkadang pembicaraan itu semakin membosankan. Paling ya membicarakan soal kehidupan sehari-hari yang itu-itu aja, atau ketika berkumpul di lingkungan yang kurang tepat, pembicaraan negatifnya hanya tentang poligami dan janda.

Please, tinggalkan kebiasaan buruk itu...

Atau, ketika bertemu pembicaraan yang sangat seru, paling ya membicarakan tetangga, atau artis yang baru cabut giginya tadi pagi.

Mengapa TV selalu membicarakan hal-hal bodoh? ~ Squidward

Di saat kita muda dulu, gemar sekali membahas topik-topik konspirasi. Baik itu berupa HAARP, pemusnahan massal, atau satelit pengendali cuaca secara global, hingga kita berdebat tentang bumi datar atau bulat. Ketika kita mulai dewasa, pembicaraan hanyalah seputar politik yang itu-itu aja dan membuat kita mencari musuh demi meraih eksistensi diri. Atau mungkin pembahasan hanya sekitar keuangan. Kalau yang positif ya tentang bagaimana cara mengelola keuangan, tapi kalau yang negatif ya pembicaraan tentang iri-irian berebutan uang.

Buat yang mau donasi untuk kelangsungan komunitas Echlus, silahkan transfer ke halaman donasi kami.

Hmmm, soalnya yang ditemui itu2 aja kali yaaa bang zen wkwkwk. Tapi alhamdulillah pembicaraanku sama temen2 ngga ngbosenin sih menurutku. tiap hari adaa aja yang diketawain
membosankan atau tidak tergantung kita ketemu pasangan untuk ngobrolnya, kalau sama-sama seru biasanya ga pernah bosenin dan ada aja yang topik yang dibahas. jadi bukan membosankan mungkin kalau buat saya tapi lebih memilih bahasan apa yang menarik yang cocok dengan usia kita. mungkin itu salahs atu ngakalinnya biar ga bosenin
Bener juga ya semakin bertambah usia kok malah jadi garing dan kaku banget. Musti banyak nonton film anak-anak nih
Ternyata ada juga kata-kata bagus yang bisa dikutip dari squidward ya kak.. kakwkwkwkwkwkwk.. satu lagi saya tambahkan kak, setelah jadi orangtua, pembahasan yang cari berantem itu adalah saling membanggakan anak... hadeuhhhh
Aku kok nggak merasakannya. Menurutku setiap tahapan usia, punya topik pembicaraan yang berbeda2. Zaman masih sekolah sama sekarang udah berumahtangga punya topik2 yang sama2 menarik dibahas.
Sebenarnya bisa juga sih tidak membosankan asalkan berada dilingkungan yang tepat. misalnya kalau lingkungan kerja kita orangnya asik asik, plus islami pasti bakalan sering membahas sesuatu dari sisi agama. Pasnya seru tuh karena ada berbagai perbedaan mazhab. Tapi sebagai kekayaan khasanah saja ya bukan untuk diperdebatkan.
Usul Mas Zen, biar lebih joss, gimana kalau mendiskusikan hal-hal yang berbau filsafati, wah kl itu bikin kantuk juga hilang lho., Mas..gak percaya? Cb gini deh... "di luar hujan tetapi aku tidak percaya kalau itu memang hujan" (haha... seru kan)
Yah begitulah kehidupan menjadi orang dewasa bang zen,, membosankan!!
Makin dewasa circle kita makin mengecil..Kalau dulu ga ada circle-circle an tapi makin tua, kita jadi memilah dan memilih ada lingkaran mana. Misalnya kalau berteman dengan rekan kantor, yang dibicarakan masak kantor lagi...hal yang lain pasti. Sayangnya lawan bicara bisa saja tak punya kesamaan hobi atau hal lain yang bisa jadi topik diskusi. Berbeda saat kita masih muda..rata-rata berada di fase yang sama sehingga yang dipikirkan dan dilakukan kurang lebih serupa. Maka pembicaraan pun bisa meluas dengan beragam topik
wkwwkk.. iya juga ya, bukan membosankan sih lebih tepatnya semakin berat kalo aku rasain wkwkwk mungkin kurang piknik kalo kata emak-emak hihi -catatanatiqoh-